Rabu, 21 Juli 2010

Kakek Berwajah Teduh


Seorang lelaki tua berwajah syahdu berjalan terseok membawa kopernya. Ia tertatih-tatih mengejar kereta api yang hendak bertolak. Kepanikan yang menyelimuti raut wajahnya tidak bisa ditutupi. Wajar, ia memang belum membooking kursi. Satu per satu gerbong kereta dihampiri. Hingga ia sampai di gerbong pertama. Di dalamnya penuh anak muda yang sedang riang-gembira bernyanyi bercampur gelak-tawa. Ia meminta izin kepada penumpang untuk sekiranya boleh singgah bersama mereka. Namun respon yang didapatkan,
“Kamu sudah kakek-kakek begini, maaf saja ya.. Kami tidak ingin kamu merusak suasana. Kami sudah asyik di gerbong ini bersenang-senang, mohon tidak diganggu.”
Sang kakek terus beralih ke gerbong selanjutnya. Begitu optimis ia mengetuk penumpang yang sedang khusyu membaca. Gerbong ini terisi anak muda yang serius belajar. Terlihat wajah-wajah kutu buku. Dengan santun, kakek meminta izin untuk duduk bersama mereka. Sayangnya, mereka menolak dengan alasan khawatir ia akan memecah konsentrasi selama di perjalanan. Mereka ingin fokus membaca dan belajar hingga sampai stasiun tujuan.
Koper besar yang dibawanya terus ditenteng. Masih ada waktu mencari. Walau 15 menit lagi, kereta jalan. Harapan masih ada. Ada dua gerbong tersisa belum dicoba. Tibalah ia tempat yang ditumpangi sekumpulan pebisnis. Para profesional. Ia amati wajah-wajah mereka sedemikian penat dan padat. Masing-masing begitu sibuk. Ada yang sedang hati-hati membuat perencanaan bisnis. Ada yang sedang cermat melakukan super visi dan evaluasi. Ada yang sedang teliti menghitung untung-rugi. Ada yang sedang serius bernegosiasi. Serentak mereka menyapa sang kakek,
“Maaf pak.. Kami tidak ada waktu untuk melayani.”
Akhirnya, sang kakek sampai di gerbong ke empat. Gerbong terakhir. Ia dapati didalamnya sebuah keluarga yang bersahaja. Aura kesalihan begitu nampak di wajah setiap anggotanya. Sebelum sang kakek mengucap, mereka terlebih dahulu menyapa hangat. Menyambut sepenuh hati. Menghidangkan minuman dan makanan. Tangis haru membasahi pipi sang kakek. Ia meminta bantuan untuk mengangkat dan membuka koper besar yang dibawanya. Setelah terbuka, mereka terkejut. Ada banyak emas, berlian dan permata bahkan uang bergepok-gepok. Sang kakek tersenyum tenang. Masing-masing anggota keluarga mendapat hadiah tak terduga darinya.
Setibanya distasiun akhir, mereka semakin terperanjat. Diluar kereta api telah bersiap-siap raja negeri beserta pengawalnya hendak menyambut salah satu penumpang. Ternyata penumpang istimewa itu adalah sang kakek berwajah teduh. Raja memerintahkan supaya segera diboyong ke istana. Sang kakek bersedia jika raja mengizinkannya mengikut sertakan keluarga berhati baik untuk bersamanya tinggal di istana. Raja menyetujui bahkan menyiapkan istana khusus untuk keluarga mulia ini sebagai balasan atas kemurahan hati dan kebaikan mereka terhadap sang kakek.
Penumpang di gerbong lain tertunduk sedih penuh penyesalan. Mereka meratapi kekerdilan jiwa hingga acuh dan tiada peduli terhadap sang kakek. Kini mereka hanya menggigit jari. Begitulah kisah sebagian kita bersama Ramadan. Semoga Ramadan kali ini memberi arti.

Rabu, 26 Mei 2010

hadist tentang hemat energi

عن ابن عمر، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الإقتصاد في النفقه نصف العيش

Dari Ibnu ‘Umar Ra, Rasulullah Saw bersabda: berlaku hemat (ekonomis) itu adalah separuh dari kehidupan. (HR. al-Syihab)

hadist perintah hemat energi

عن جابر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أطفئوا المصابيح بالليل إذا رقدتم وأغلقوا الأبواب وأوكوا الأسقية وخمروا الطعام والشراب - ولو بعود يعرضه

Dari Jabir Ra, rasulullah bersabda: matikanlah lampu- lampu saat kalian tidur di malam hari, tutuplah pintu, rapatkanlah tempat air, tutupilah makanan dan minuman. Meskipun hanya dengan membentangkan sebatang kayu saja. (HR. Imam Bukhari )

pertanyaan yang terjadi kepadaimam syafii

Delapan Kata Untuk Imam Asy-Syafi’i

Imam asy-Syafi’i –rahimahullah- pernah ditanya tentang arti delapan kata berikut: wajib, lebih wajib, menakjubkan, lebih menakjubkan, sulit, lebih sulit, dekat dan lebih dekat.

Lalu beliau menjawabnya dalam beberapa bait syair berikut:

مِنْ وَاجِبِ النَّاسِ أَنْ يَتُوْبُـوْا لَكِنَّ تَـرْكَ الذُّنُـوْبِ أَوْجَـبُ

وَ الدَّهْرُ فِي صَرْفِهِ عَجِيْـبٌ وَ غَفْلَـةُ النَّاسِ عَنْـهُ أَعْجَـبُ

وَالصَّبْرُ فِي النَّائِبَاتِ صَعْبٌ لَكِنَّ فَوَاتَ الثَّـوَابِ أَصْـعَبُ

وَكُلُّ مَا تَرْتَجِــيْ قَرِيْـبٌ وَالْمَوْتُ مِنْ دُوْنِ ذَلِكَ أَقْـرَب

Bertaubat bagi manusia adalah perkara wajib
Namun meninggalkan segala dosa itu lebih wajib

Perubahan pada masa adalah suatu yang menakjubkan
Namun lalainya manusia dari semua itu lebih menakjubkan

Bersabar tatkala musibah datang adalah perkara sulit (bagi hati)
Namun berlalunya pahala begitu saja lebih sulit (bagi diri)

Segala sesuatu yang engkau harapkan adalah dekat
Namun datangnya kematian itu adalah lebih dekat

hadist tentang orag yang mengertikan Qur'an tanpa ilmunya

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalan Abdul A’la bin Abu Amir ats-Tsa’labi dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam-:

اِتَّقُوْا الْحَدِيْثَ عَنِّيْ إِلاَّ مَا عَلِمْتُمْ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ، وَمَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Bertakwalah dalam menceritakan hadits dariku kecuali apa yang telah kalian ketahui, dan barang siapa yang berdusta atas namaku hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka, dan barang siapa yang berkata tentang al-Qur`an dengan akalnya maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka

Senin, 05 April 2010

HARUS MENGAJARKAN YG BAIK MENURUT ISLAM

rasuululloohi saw bersabda.: siapa yang memulai/merintis dalam islam satu kebaikan,maka dia akan memperoleh ganjarannya dan ganjaran orang -orang yang mengerjakan sesudahnya tanpa sedikitpun berkurang ganjaran mereka (yang mengerjakan sesudah si perintis itu),dan siapa yang memulai dalam islam satudosa,maka dia akan memperoleh dosanya dan dosa orang -orang yang mengerjakan sesudahnya tanpa sedikitpun berkurang dosa mereka(yang mengerjakan sesudah si perintis itu)" (HR.Muslim ).
Dan juga Alloh menjelaskan di dlm al-Qur'an surat An-Na_hl ayat :25

Minggu, 04 April 2010

SIFAT YANG MEMBINASAKAN DIRI MANUSIA

rasulullohi saw bersabda," Ada tiga sifatyang membinasakan diri manusia, yaitu : 1.memperturutkan kekikiran, 2.mengikuti hawa nafsu 3.membanggakan diri